Dosis pupuk sawit menurut umur, dan empat kesalahan yang paling mahal
Dosis yang benar pada waktu yang salah tetap terbuang. Urutan dan sebarannya sama pentingnya dengan jumlahnya.

Pemupukan adalah pengeluaran terbesar di kebun sawit yang sudah menghasilkan, biasanya lebih dari separuh biaya perawatan setahun. Karena itu pertanyaannya jarang "perlu dipupuk atau tidak", dan hampir selalu "berapa, kapan, dan ditabur di mana". Tiga-tiganya menentukan, dan yang ketiga paling sering diabaikan.
Dosis ikut umur, lalu ikut lahan
Umur tanaman menentukan kisarannya, dan kondisi lahan menentukan angka di dalam kisaran itu. Tanah gambut, tanah pasir, dan tanah mineral berat menahan hara dengan cara yang sangat berbeda, dan kebun yang tahun lalu kelebihan atau kekurangan tidak mulai dari titik yang sama dengan kebun sebelah.
Rekomendasi yang benar-benar tepat datang dari analisis daun dan analisis tanah, yang diambil per blok dan diulang berkala. Selama itu belum ada, kisaran umum di bawah adalah tempat memulai, bukan tempat berhenti.
Angka-angka di bawah adalah kisaran umum yang dipakai di banyak kebun rakyat, bukan rekomendasi untuk lahan Anda. Jangan disalin bulat-bulat tanpa melihat kondisi kebun, riwayat pemupukan, dan gejala yang ada.
Kisaran umum menurut umur
Tanaman belum menghasilkan tahun pertama (TBM 1) biasanya di kisaran 0,5 sampai 1 kg Urea per pokok setahun, dibagi tiga sampai empat kali tabur, ditambah sedikit fosfat dan kalium. Jumlahnya kecil karena tajuk dan akarnya masih kecil, tetapi frekuensinya rapat karena akar mudanya tidak sanggup menyerap sekaligus.
TBM 2 dan TBM 3 naik bertahap, umumnya sampai sekitar 1,5 sampai 2,5 kg Urea atau ZA per pokok setahun, dengan kalium yang naik lebih cepat daripada nitrogennya. Ini tahun-tahun yang paling sering dipangkas ketika uang menipis, dan juga tahun-tahun yang paling menentukan hasil panen pertama.
Tanaman menghasilkan (TM) adalah tahap dengan kebutuhan kalium paling besar, karena kalium yang terbawa keluar kebun bersama tandan. Kisaran yang sering dipakai: 2 sampai 3 kg Urea atau ZA, 1 sampai 2 kg fosfat, 2 sampai 3,5 kg MOP, dan 0,75 sampai 1,5 kg Kieserit per pokok setahun. Borat diberikan sedikit, biasanya 50 sampai 150 gram per pokok, dan hanya kalau memang ada gejalanya.
Kapan menabur
Dua jendela yang paling aman adalah awal musim hujan, ketika tanah sudah lembap tetapi belum jenuh, dan akhir musim hujan sebelum tanah mengering. Menabur di puncak musim hujan membuang sebagian pupuk terbawa aliran permukaan; menabur di puncak kemarau membuat butirannya tidak larut sama sekali.
Urea dan MOP sebaiknya tidak ditabur bersamaan dengan Kieserit dalam satu waktu di titik yang sama. Beri jarak dua sampai tiga minggu. Ini kebiasaan kecil yang tidak menambah biaya sama sekali dan cukup sering menjadi selisih antara pupuk yang terpakai dan pupuk yang menguap.
Ditabur di mana
Akar yang paling aktif menyerap tidak ada di pangkal batang. Ia ada di lingkaran tanah selebar tajuk, yang disebut piringan, dan lingkaran itu ikut melebar seiring umur pokok. Menabur menumpuk di pangkal batang berarti menaruh pupuk di tempat yang akar aktifnya paling sedikit, sekaligus membakar pangkal batang kalau dosisnya besar.
Bersihkan piringan dari gulma sampai batas tajuk, sebelum pupuk keluar dari karung.
Pastikan tidak ada genangan yang tersisa dari hujan terakhir.
Tabur merata melingkar di piringan, mulai sekitar satu meter dari pangkal batang sampai batas tajuk.
Untuk pokok muda, lingkarannya lebih sempit, ikut lebar tajuknya.
Catat tanggal, jenis, dan jumlah per blok di buku atau di catatan ponsel.
Empat kesalahan yang paling mahal
Pertama, menabur di piringan yang masih penuh gulma. Gulma menyerap lebih cepat daripada sawit, dan sebagian besar dosis berpindah ke tanaman yang tidak Anda tanam. Ini kesalahan paling umum dan paling mudah dihindari.
Kedua, menambah dosis untuk mengatasi daun menguning tanpa memeriksa airnya lebih dulu. Akar yang tergenang tidak menyerap apa pun, berapa pun yang ditabur, dan gejalanya mirip sekali dengan kekurangan hara. Yang membedakan adalah sebarannya di kebun, bukan warna daunnya: drainase yang buruk sering disalahartikan sebagai kurang pupuk.
Ketiga, menghentikan pemupukan pada TBM 2 dan TBM 3 karena belum ada pemasukan. Ini penghematan yang ditagih kembali empat sampai enam tahun kemudian, dalam bentuk tandan yang lebih kecil sepanjang umur kebun, dan tidak bisa dikejar dengan memupuk lebih banyak nanti.
Keempat, tidak mencatat. Tanpa catatan tanggal dan jumlah per blok, tidak ada cara mengetahui apakah gejala tahun ini berkaitan dengan pemupukan tahun lalu, dan setiap diagnosis berikutnya jadi menebak.
Yang bisa Anda kirim ke kami
Riwayat pemupukan setahun terakhir seadanya, meskipun cuma catatan di ponsel, ditambah umur pokok, luas kebun, jenis tanah, dan foto pelepah bawah beserta foto keseluruhan pokok. Kalau ada blok yang gejalanya berbeda dari blok lain, sebutkan yang mana.
Dari situ biasanya sudah bisa dilihat apakah masalahnya jumlah, waktu, sebaran, atau sebenarnya bukan pupuk sama sekali. Cara kerja dan tarif konsultasinya ada di halaman tersendiri, dan pertanyaan singkat tidak dipungut biaya.